UNISSULA JANJIKAN PEMTONGAN UKT

Setelah munculnya pernyataan sikap BEM PT Unissula pada 23 Mei lalu, pihak birokrat kampus meresponnya dengan mengadakan audiensi bersama mahasiswa yang diwakili oleh jajaran BEM PT Unissula dan beberapa ormawa. Audiensi diselenggarakan di ruang rapat lt.2 Gd Rektorat pada Jumat, (5/6).

Audiensi yang berlangsung sejak pukul 13.00 – 16.05 tersebut telah menemui beberapa kesepakatan dan penjelasan mengenai isu-isu hangat yang selama ini terjadi di Unissula, khususnya mengenai permasalahan yang terkait dengan dampak dari virus Covid-19 yang menyebabkan beralihnya kegiatan perkuliahan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi daring

Hal ini tentunya menimbulkan beberapa permasalahan baru bagi civitas akademika unissula dan mahasiswa unissula dalam menghadapi perkuliahan secara online. Diantara permasalahan tersebut yang dibahas pada forum audiensi diantaranya kesiapan sistem E-learning Unissula dalam menghadapi sistem perkuliahan yang sebelumnya tidak dilakukan secara masif.

Selain isu mengenai kesiapan perkuliahan secara online, salah satu yang menjadi topik utama pada forum tersebut adalah mengenai pemangkasan biaya UKT bagi mahasiswa Unissula. Hal ini menjadi konsen utama dikarenakan adanya banyak permintaan dari kalangan mahasiswa mengenai pemotongan biaya UKT yang disampaikan kepada ormawa-ormawa di Unissula termasuk BEM PT sebagai badan eksekutif tertinggi yang ada di Unissula.

Point setelah terjadinya kesepakatan antara mahasiswa yang diwakili oleh BEM PT dan ormawa dengan pihak rektorat diantaranya, pihak rektorat menyatakan sangat dimungkinkan akan adanya pemotongan biaya UKT yang dikhususkan hanya bagi mahasiswa terdampak Covid – 19 dan bukan berlaku kepada seluruh mahasiswa Unissula.

Salim selaku ketua bidang Keuangan mengatakan bahwa mengenai pemotongan UKT ini akan kembali dibahas dengan pihak yayasan selaku pemegang keputusan tertinggi dan dijanjikan bahwa akan ada kebijakan mengenai potongan UKT ini paling lambat 2 s/d 3 minggu kedepan.

Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi mahasiwa Unissula yang sangat membutuhkan.

Selain isu utama tersebut, pihak mahasiswa juga menanyakan mengenai kesiapan sistem E-learning Unissula yang dipakai sebagai pusat sistem perkuliahan secara daring yang diakses pada laman simunissula.ac.id dan tentunya kedepan akan dipakai sebagai sarana untuk UAS yang sebelumnya juga digunakan untuk UTS semester genap.

Hal ini sempat menjadi perbincangan karena sempat terjadi beberapa masalah diantaranya mahasiswa yang kesulitan mengakses website dikarenakan server yang kurang memadai.

Suryani selaku Ketua UPT SI (Sistem Informasi) Unissula menyatakan bahwa memang sempat terjadi permasalahan pada server.  “Pada saat awal diberlakukannya sistem perkuliahan secara daring memang server yang tersedia belum memadai untuk menampung ribuan mahasiswa yang mengakses website secara bersamaan. Hal ini tentunya belum sempat terjadi sebelumnya disaat dimana mahasiswa melakukan perkuliahan secara konvensional.” Ujar Suryani.

Setelah tejadinya permasalahan tersebut, pihak IT memperbaiki dan mengupgrade server yang ada agar dapat diakses oleh seluruh mahasiswa Unissula. Selain itu Suryani juga menyampaikan akan ada website baru yang dikhususkan untuk kegiatan E-learning bagi seluruh mahasiswa Unissula.  Namun, website  diprediksikan  baru bisa dioperasikan secara secara massal dalam kurung waktu 2 bulan kedepan dikarenakan masih belum memadainya server yang ada pada saat ini dan perlunya untuk mengupgrade server agar bisa diakses oleh seluruh mahasiswa. Suryani juga  menyampikan dalam  rangka mempercepat kesiapan server guna  kelancaran E-Learning saat ini telah dalam pemesanan dan pengiriman server yang dipesan dari luar negeri.

Penulis : Yunus

Ikuti Kami di Media Sosial: