Sebanyak 423 Mahasiswa Baru Fakultas Hukum Unissula Mengikuti Fakultair 2020 Secara Daring

SEMARANG, lpmsuprema.com- Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang, gelar Fakultair tahun 2020 secara daring pada Jum’at, (09/10/2020).

Fakultair merupakan suatu kegiatan wajib bagi mahasiswa baru untuk mengikuti masa orientasi pengenalan kegiatan kampus di setiap fakultas. Disamping Pekan Ta’aruf (Pekta) yang telah dilaksanakan pada awal masuk kampus. Jika Pekta merupakan kegiatan pengenalan kampus secara keseluruhan, maka Fakultair adalah pengenalan bagian dari kampus yaitu Fakultas. Hal ini ditujukan agar mahasiswa baru lebih spesifik dalam mengenali lingkungan perkuliahan yang akan mereka hadapi sesuai jurusan atau prodi yang mereka ambil. Tak terkecuali mengenai pengenalan Visi dan Misi, kegiatan, Ormawa (Organisasi Mahasiswa), dosen serta staf-staf yang berada dalam lingkup FH Unissula.

Seperti pada kegiatan Pekta, Fakultair kali ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui Platform Zoom.us. Hal ini di pilih sebagaimana mengikuti kebijakan pemerintah agar turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bedanya, Fakultair FH Unissula dilaksanakan hanya dalam 2 hari, yaitu pada tanggal 9 Oktober 2020 dan 10 Oktober 2020 dan diikuti oleh 423 mahasiswa baru .
Kegiatan yang mengusung tema “Transisi Karakter Guna Meningkatkan Kesadaran Peran Mahasiswa Hukum Di Masa Pandemi” melibatkan 93 Mahsiswa Fakultas Hukum Unissula sebagai panitia. Keseluruhan panitia pelaksana Fakultair ini terbagi dalam panitia inti dan waljam (wali jamaah).

Doc.Suprema

Salah satu tujuan lain dari adanya Fakultair adalah pengukuhan sebagai mahasiswa FH Unissula serta sebagai salah satu langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa.

“Nilai-nilai yang harus diterapkan dalam fakultair ini mengenai persoalan yaitu sesuai tri darma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat). Serta nilai jiwa korsa dalam pendidikan sesuai mahasiswa hukum yang penuh dengan pergerakan, argumentasi dengan rasiolisasi. Maka, kita tanamkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebijaksanaan dalam mahasiswa baru” Ungkap Aditya Noviansyah presiden BEM FH Unissula.

Mekanisme Fakultair 2020 kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu berlangsung di saat situasi pandemic virus corona. Kegiatan Fakultair yang biasanya di warnai dengan euforia penjemputan mahasiswa baru, safari Ormawa (Organisasi Mahasiswa) dan juga banyak dari beberapa kegiatan lain harus ditiadakan. Namun, tak menyurutkan semangat segenap panitia untuk menyesuaikan Fakultair ini sesuai anjuran protokol kesehatan yaitu physical distancing antara panitia dan waljam serta bagi mahasiswa baru untuk tidak berinteraksi langsung dengan melaksanakan kegiatan fakultair ini dirumah masing-masing.

Harapan Ilham Arrafi Prasetyo selaku Wakil Presiden BEM FH Unissula dengan adanya transisi kegiatan Fakultair dari tahun-tahun sebelumnya yaitu Fakultair 2020 ini, tetap bisa memperkenalkan FH Unissula kepada mahasiswa baru.

“Harapan kami bisa memperkenalkan fakultas hukum pada mahasiswa baru, jadi gerbang selamat datang untuk mahasiswa baru, gerbang untuk keluarga mahasiswa baru, karena dari rumah diharapkan mahasiwa baru dapat mengikuti fakultair dengan kondusif, bisa mencerna ilmu-ilmu yang diberikan difakultair ini” tutur llham kepada tim Suprema.

Fakultair yang merupakan salah satu momen penting di FH Unissula memang selalu di kemas dalam rangkaian acara yang menarik agar memberikan kesan apik pada mahasiswa baru. Kegiatan yang bagus dan berkualitas pastilah membutuhkan persisapan yang matang dan semaksimal mungkin, tak lain dengan Fakultair 2020 kali ini. Meskipun secara daring, kurang lebih satu setengah bulan panitia mempersiapkan kegiatan ini dengan segala keterbatasan yang ada. Terlihat 180 derajat sangat berbeda, baik dari segi mekanisme, tekhnis pelaksanan dan cara pengondisian mahasiswa baru yang tentunya tidak mudah. Namun, panitia harus mencari solusi dari semua permasalahan yang ada. Seperti kata ketua panitia Fakultair 2020 Hanung Bagus Pratama
“Tantangan atau kendala selama acara kegiatan Fakultair diantaranya yaitu terutama di koneksinya yaitu sinyal, Zoom ngedown, kendala di tekhnis sound tidak kedengeran, namun itu semua kita atasi dengan cara melaporkan ke pihak kampus untuk mengatasi masalah WiFi”. Ungkapnya, saat diwawancarai oleh tim Suprema.

Hanung juga menjelaskan mengenai tekhnis pelaksanaan Fakultair 2020, bahwa ada beberapa peraturan yang wajib dilakukan dan perlengkapan yang harus dimiliki oleh peserta. Ketika peraturan dilanggar dan atribut perlengkapan tidak komplit maka akan di kenakan sanksi. Sanksi yang diberikan pun bukan berupa fisik melainkan lebih mengarah pada edukasi.

“Jika maba yg melanggar akan dikenakan sanksi karena pelaksaannya online lebih mempertegas hukumannya (lebih ke edukasi) hukuman seperti membuat essay, makalah. Jika maba yang tidak mengikuti fakultair akan ikut fakultair tahun depan. Kalau tidak ikut kali ini maka tidak akan diberikan Setifikat karena tidak terdaftar. Jika sudah terdaftar tetapi tidak mengikuti serangkaian acara, sertifikat akan ditahan sampai maba mengumpulkan tugas-tugas yg telah diberikan.” Jelas Hanung.

Semua pihak dari FH Unissula baik dari dosen, karyawan maupun panitia tentu menginginkan hasil yang terbaik untuk seluruh mahasiswa baru FH Unissula di dalam Fakultair 2020 ini. Tak tertinggal juga harapan datang dari mahasiswa baru yang beberapa tahun kedepan akan belajar di FH Unissula.
Salah satu mahasiswa baru FH Unissula yang menjadi peserta Fakultair adalah Dheasyah Putri Andani mahasiswa baru FH Unissula yang menceritakan kesan mengikuti Fakultair 2020 kepada tim Suprema. “Suka dua-duanya (Pekta dan Fakultair) karena mendapat materi yang dapat membuka wawasan kita sebagai maba. Tetapi seruan fakultair karena tidak ngantuk. Kesan saya senang karena menghadikan jaksa, hakim dan banyak bidang yang memberikan informasi mengenai profesinya tersebut.” Uangkapnya

 

penulis: Laeli & Ardha

editor: Tuti

Ikuti Kami di Media Sosial: