raker ormawa fh unissula

Ormawa Gelar Evaluasi Rapat Kerja dan Penyertaan Anggaran 2020

Dalam rangka pembinaan organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas, Organisasi Mahasiswa (ormawa) fakultas hukum Unissula mengadakan rapat kerja secara virtual/tatap muka dimana rapat kerja kali ini merupakan serangkaian kegiatan tahunan fakultas yang membahas agenda rapat tentang mekanisme pembagian dana anggaran per- ormawa untuk periode yang akan datang. Pembahasan disampaikan dalam forum kecil yang diadakan di ruang Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Hukum Unissula, Sabtu (09/05/2020)

Beberapa ormawa juga turut hadir dalam pembahasan rapat kerja yang dihadiri oleh 3 delegasi perwakilan LO/LSO dari 9 lembaga ormawa Fakultas Hukum Unissula yakni SEMA (Senat Mahasiswa), BEM (Badan EKsekutif Mahasiswa), Suprema (Suara Pers Mahasiswa), KSM (Kegiatan Studi Mahasiswa), LDF (Lembaga Dakwah Fakultas), Mapakum (Mahasiswa Pecinta Alam Hukum), Formakum (Forum Olahraga Mahasiswa Fakultas Hukum), SV (Symphony Voice), dan DPR (Debat Peradilan dan Riset). Presensi kehadiran dalam raker tersebut sesuai dengan apa yang sudah disetujui oleh forum. Pelaksanaan raker tatap muka kali ini sebagai kelanjutan seminggu sebelumnya dilaksanakan raker secara online.

Pelaksanaan rapat kerja dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Penyampaian yang dibahas kali ini dalam raker mengenai hasil pemaparan program kerja dari setiap lembaga per-ormawa untuk memberikan penjelasan logis terkait dana yang telah diajukan. Selain itu, ada beberapa jumlah dana yang diberikan oleh universitas kepada fakultas hukum secara merata untuk masing masing ormawa tahun ini, sebesar Rp. 335.000.000,00 dengan hasil akhir Rp. 275.000.000,00 untuk dana matrik dan Rp. 60.000.000,00 untuk dana taktis. Berikut ini beberapa rincian terkait pembagian dana untuk masing masing lembaga ormawa :

Melihat situasi penyebaran wabah pandemic covid-19 yang makin intens kurvanya dan belum mengalami penurunan. Salah satu tim Suprema mencoba menghubungi narasumber melalui daring yakni Kriesna Manunggaling Jati selaku perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) untuk menanggapi rapat kerja kali ini yang diselenggarakan secara tatap muka, dimana anjuran pemerintah untuk melakukan pshycal distancing masih diberlakukan selama wabah pandemik. “ Kalau (pelaksanaan) raker sendiri berjalan kondusif, persoalan pshycal distancing masih dilakukan sesuai aturan pemerintah menggunakan masker. Bahkan saya sampaikan dalam forum harusnya saya dimarahi pemerintah saat ini.” Ungkap Kriesna dengan logat nada bercandanya

Menanggapi hasil dari keseluruhan anggaran dana yang diperoleh, kali ini BEM mendapat kucuran dana tertinggi dari semua lembaga ormawa. Sehingga, hal ini menjadi sorotan untuk meminta tanggapan Kriesna terkait alokasi dana yang diperoleh BEM sebesar Rp. 41.000.000,00. “ Hal ini wajar karena BEM sendiri adalah lembaga eksekutif yang mana hampir setiap kegiatan kita melibatkan mahasiswa non organisasi/mahasiswa organisasi. Karena harapan saya BEM maupun lembaga lain memiliki sesuatu hal yang baru dan ber inovasi yang mana tidak lepas dengan pengeluaran yang lebih besar agar memiliki suatu gebrakan yang fresh, karena itulah yang membedakan leader dan follower.” Ungkapnya lewat pesan singkat

Selain itu, tim Suprema juga mencoba menghubungi Satria Cesar Bintang Kusuma selaku perwakilan dari SEMA (Senat Mahasiswa) melalui daring. Dalam raker tersebut Satria bertugas sebagai Presidium 1, yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan informasi terkait pembagian anggaran dana untuk masing masing per- ormawa secara signifikan. Tim Suprema meminta Satria memberikan klarifikasi mengenai kejelasan transparansi dana terkait perbedaan jumlah dana anggaran awal yang ditunjukan melalui note sebesar Rp. 335.000.000,00 dan dana anggaran akhir RP. 275.000.000,00. “ Sesuai di note sudah ada pembagian jelas dananya disitu untuk per lembaga, yang nominal Rp. 335.000.000,00 itu total dana yang ada, lalu sesuai kesepakatan forum 60 juta masuk ke taktis dan sisa 10 juta masuk ke matriks sehingga dana matriks berjumlah Rp.275.000.000,00 yang sudah disalurkan untuk masing masing ormawa.” Tegas Satria melalui wawancara daring, Minggu (10/05/2020).

Satria juga turut serta menyampaikan pesan setelah selesainya kegiatan raker, harapannya dana yang telah diajukan dan diperoleh untuk rencana program kerja ormawa, kedepanya bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk seluruh mahasiswa fakutas hukum Unissula. Sehingga, dana mahasiswa yang diberikan kepada ormawa bisa dipertanggungjawabkan.“Saya berharap untuk dana yang diajukan dari masing masing ormawa bisa dimanfaatkan sebaik baiknya dan dapat menunjang mahasiswa dalam berorganisasi untuk memunculkan bibit- bibit leader baru yang memiliki mental driver dan bisa membawa perubahan.” Ungkapnya melalui pesan singkat lewat daring, Minggu (10/05/2020)

Tak hanya itu, Kriesna juga menyampaikan harapan dan membeberkan terkait alasan mengapa raker diadakan secara virtual atau tatap muka disaat wabah pandemic covid-19. Hal ini disebabkan pertemuan yang sebelumnya diadakan secara online dirasa menghambat kinerja. Sehingga, mekanisme alur pembahasan dalam rapat kerja dinilai kurang efektif. Maka, secara paksa dan mau tidak mau dilakukan secara langsung, tetapi tidak mengabaikan aturan dari pemerintah. Dimana secara teknis, harus memberlakukan physical distancing atau menjaga jarak. Sehingga terselenggaranya acara raker ini memberikan harapan Kriesna selaku perwakilan BEM untuk lembaga lain agar terus berinovasi dan melakukan sesuatu hal yang baru. “ Harapan saya BEM maupun lembaga lain memiliki inovasi dan sesuatu yang baru dan membumi.” Ujar Kriesna yang disampaikan melalui aplikasi pesan singkat .

Sehingga persidangan rapat kerja kali ini berjalan lancar tanpa adanya adu argumen dengan lembaga lembaga lain seperti tahun kemarin. Dengan diselenggarakanya rapat kerja organisasi mahasiswa ini, ormawa bisa memanfaatkan dana yang telah didapat dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ikuti Kami di Media Sosial: