Konyol banget, inilah cuitan para mahasiswa selama kuliah Online

Sejak diberlakukannya kuliah Daring (Dalam Jaringan) guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, perkuliahan berubah 180 derajat. Kalau dihitung-hitung, di tahun ini kuliah biasa secara tatap muka mungkin baru berjalan satu bulan. Apabila biasanya mereka melakukan perkuliahan secara tatap muka, kini mahasiswa dan dosen harus menggunakan teknologi internet. Mulai dari aplikasi Zoom, Google Classroom, Google Meet, You Tube, WhatsApp dan aplikasi lainnya.

Banyak sekali polemik yang terjadi selama kuliah online dijalankan, salah satunya kejadian-kejadian lucu antara mahasiswa dan dosen. Mahasiswa yang saat ini lebih sering berkamuflase jadi netizen pun mewarnai kesakralan perkuliahan. Kalau biasanya mahasiswa tertawa di dalam kelas karena guyonan garing yang dilemparkan dosen, belaga bloon karena nggak bisa jawab, atau tiba-tiba jadi stand up komedian saat presentasi, saat ini para netizen mahasiswa hanya bisa membagikan tingkah konyol mereka di media sosial, kasian nggak tuh?. Herannya bak para menteri, lah kok menteri? Iya, karena tak butuh waktu lama cuitan-cuitan nya jadi jajaran trending topik di Indonesia, hehe.  Penasaran seperti apa? Berikut cuitan yang dibagikan mahasiswa.

  1. Anak hukum kalau disuruh jadi detektif dadakan

Ini bukannya mencari kasus-kasus yang lagi dibicarakan atau cari info-info tentang masalah politik saat ini malah jadi pro main criminal case ya cah. Ada-ada saja memang kelakuan netizen zaman sekarang. Tapi lebih parah sama yang sering chatt di group WhatsApp, ngajak ngerjain tugas bareng tapi ujungnya lari ke kafe karena alasan ((cari WiFi)), tolong banget ini, Cah. Lagian, malah keluyuran kan ini kalian lagi disuruh diam di rumah biar nggak kena virus, kalau kalian kena virus gimana? Mau nyalahin Presiden? Ha kok penak temen.

  1. Mungkin dosennya browsing dulu.

Pernah nggak sih kalian kepikiran kalo sebenernya dosen itu nggak tau apa jawaban dari pertanyaan mahasiswa?. Misalnya pertanyaan mahasiswa justru di tanyakan lagi ke mahasiswa yang lain dengan alasan untuk diskusi, bisa jadi  karena memberi jeda untuk dosen berfikir atau bahkan browsing dulu. Wah parah si, suudzan adalah jalan ninja hehe. Saya tau, betapa deg-degannya di tanya dosen apalagi sama dosen yang kritis banget, baru disebut namanya aja udah kaya mau meninggal , wkwk. Tapi inget, itu demi kalian biar mikir dan nggak plonga-plongo tok, lho cah. Atau mungkin biar kalian nggak sekedar absen nama, speaker di mute, video dimatikan terus pada lanjut tidur.

  1. Tugas yang datang memang terkadang tidak ada akhlak

Duh ini yang bikin mahasiswa stres, tugas satu selesai terbitlah tugas baru yang bikin mahasiswa istighfar. Stres bisa menurunkan sistem imun, maka dari itu kalau memberi tugas yang wajar ya bapak/ibu dosen tercinta. Eh, tapi harus sadar juga ya kalian, para dosen juga pastinya berusaha menyusun materi biar bisa disampaikan dalam kelas online, rapat intensif dan beberapa ada yang terpaksa ke kantor agar kalian tidak ketinggalan materi, hehe. Dosen itu juga manusia, Cah. Mereka juga punya keluarga, mereka tetap profesional demi kalian. Dosen memang kadang menyebalkan, tapi tidak ada salahnya menghormati mereka. Kecuali dosen yang korup atau memang benar-benar tidak memberikan materi tapi kasih nilai E, itu pantas disebut tidak ada akhlak.

  1. Semua kudu keluarin cuan say.

Marai budrek!! Buat beli kuota mahal apalagi kalau rumahnya jauh dari perkotaan pasti susah sinyal, perlu cari posisi dulu biar sinyalnya nggak ngadad. Semoga pemerintah segera menurunkan subsidi kuota. Bukan hanya kuota, kost juga harus bayar walaupun nggak ditempati karena barang-barang masih ada di kost jadi ibu kost nggak mau rugi dong. Lengkap sudah penderitaan, wkwk. Wes ojo sithik-sithik kagetan, yo rak?

Jadi, dalam keadaan paceklik seperti ini semua memang harus bisa saling memahami, jangan menutut kuota gratis tapi malah dibuat Instagram-an, youtub-an, twitter-an lan sak panunggalipun, hehe. Jangan lupa selalu belajar biar uang orang tua kamu yang buat beli kuota sama bayar kost nggak sia-sia.

  1. Kuliah online memang terkadang sulit untuk menyerap materi dari dosen

Kuliah online ada sisi positif dan negatifnya, positifnya kita terhindar dari kerumunan/keramaian dan tetap dirumah. Sebenarnya bisa sih dilakukan kuliah secara offline, tapi apa mau kalian pulang dari kampus tiba-tiba diisolasi?

Negatifnya tugas menjadi banyak apa lagi kalau dosen hanya mengirimkan file tanpa menjelaskannya. Bagaimana mahasiswa nggak offline coba otaknya. Kalau ini si saya setuju, kuliah tatap muka saja jarang mudengnya apalagi dengan keterbatasan kuliah online ini.

Nah, itu beberapa kejadian konyol selama kuliah online berlangsung. Dengan kuliah online ini, saya nggak mudeng-mudeng amat, tapi karena sayanya yang malas sih. Sepertinya kita memang harus membiasakan diri belajar mandiri, belajar management waktu antara rebahan, belajar materi kuliah, bantuin orang tua, main games dan main-main yang lain. Satu lagi belajar untuk tidak mengeluh (so-sok-an doang sih, habis ini ngetwit) karena tugas yang menumpuk, yang kalau dipikir nggak ada salahnya dikasih tugas. Lha lak yo biasane ngono to? Maksudnya emang kita kuliah tatap muka pun dikasih tugas, hehe. Tetap tahan frustasi dan nyinyiran kalian ya, wkwk. Semoga semesta cepat membaik, dan kita nanti bisa sambat lagi kalau kuliah sudah berjalan seperti semula. Yo sopo sek orak kangen to kuliah neng kampus?. Iya, fokus aja dulu, kapan lagi bisa belajar sambil rebahan, hehe.

 

Penulis: Evi Dwi Juli A

Editor: Tuti W

Ikuti Kami di Media Sosial: