Gunarto : Akan Turunkan Biaya Legalisir S-1 (Strata Satu) dan Pasang Wifi Mahasiswa

Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNISSULA) menyelenggarakan acara Jumpa Dekan yang diselenggarakan di ruang 1A-1B Fakultas Hukum pada Jum’at, (20/12).

Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB yang dihadiri oleh Prof. Dr. H. Gunarto, SH, SE, A.kt., M.Hum (Dekan Fakultas Hukum) kerap disapa Prof.Gun, Dr. Hj. Widayati, SH, MH (Wakil Dekan 1), Arpangi, SH, MH (Wakil Dekan 2), Kami Hartono, SH, MH (Kaprodi S1), Denny Suwondo, SH, MH (Sekretaris Prodi S1) dan karyawan serta mahasiswa Fakultas Hukum.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk menampung aspirasi dari mahasiswa mengenai keresahan dan kegelisahan yang dirasa perlu untuk mendapat perhatian khusus dari Dekan Fakultas Hukum. Akan tetapi, acara ini tidak memuaskan para mahasiswa karena aspirasi yang disampaikan secara langsung belum sepenuhnya tersampaikan. Hal ini berkaitan dengan terbenturnya jadwal dari rektorat yaitu rapat bulanan dalam rangka menyambut penerimaan mahasiswa baru, dan sekolah lurah yang diperuntukkan kepala desa.

Dengan waktu yang terbatas mahasiswa tidak sepenuhnya dapat menyampaikan keresahannya dikarenakan sambutan oleh Dekan yang terlalu lama. Walaupun terbatas oleh waktu akan tetapi, terdapat beberapa aspirasi yang dapat disampaikan oleh mahasiswa sebagai bentuk masukan dan perubahan.

Awal penyampaian aspirasi disampaikan oleh Ony angkatan 2016 terkait dengan penataan lokasi parkir yang belum memadai. “Jika dilihat dari tahun ke tahun, dimana jumlah mahasiswa Fakultas Hukum semakin meningkat, sehingga dengan terbatasnya lahan parkir menjadi masalah yang sampai saat ini belum diatasi.” Kata Ony.

Bagas angkatan 2016 juga menyampaikan keresahanya terkait fasilitas Wifi yang kurang dapat diakses oleh mahasiswa Fakultas Hukum UNISSULA, sehingga mahasiswa Fakultas Hukum tidak dapat mengakses internet secara optimal khususnya Wifi di sekitar Ormawa. Selain Wifi Bagas juga menyampaikan terkait biaya legalisir yang cukup mahal. “Miris ketika ingin menggunakan fasilitas Wifi namun harus terhubung Wifi dari Fakultas Teknik, padahal dengan adanya Wifi kawan-kawan mahasiswa dapat mengakses informasi, menambah wawasan, mencari literasi dan tentunya untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar terus berkarya dan menjalin jaringan seluas-luasnya.” Ujar Bagas

“Dengan adanya kebijakan sesuai Surat Edaran Dekan yang menyatakan bahwa biaya legalisir dan trasnkip nilai baik S1, S2, dan S3 sebesar Rp.10.000,- terdapat keresahan yang dirasakan oleh alumni fakultas hukum khususnya lulusan S1. Strata pendidikan yang berbeda seharusnya dalam pembiayaan juga harus dibedakan.” Tegasnya.

 

Selain Bagas ada juga Yafi selaku Pimpinan Umum MAPAKUM (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Hukum) menyampaikan keresahannya mengenai beberapa mahasiswa yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan di gazebo yang berada tepat di sekitar sekretariat MAPAKUM sehingga banyak yang menganggap pelaku yang membuang sampah sembarangan adalah MAPAKUM. “Kebersihan yang ada disekitar Taman harus dipantau dan ditingkatkan agar tidak terjadi presepsi bahwa MAPAKUM yang mengotori atau membuang sampah di sekitar gazebo.” Kata Yafi

Fakultas Hukum UNISSULA beberapa waktu lalu telah melaksanakan akreditasi Internasional yang diselenggarakan oleh ASIC. Beberapa sarana prasarana sudah diperbaiki dan terdapat kemajuan seperti pembuatan lift, serta standard keamanan, keselamatan dan kesehatan telah ditingkatkan. Namun hal ini dirasakan kurang oleh Ketua SEMA yaitu Ayu Pilasari yang menyatakan terkait dengan kesadaran mahasiswa Fakultas Hukum yang masih rendah kesadarannya tentang kehadiran untuk mengikuti mata kuliah. Seharusnya mahasiswa Fakultas Hukum UNISSULA  juga ikut serta dalam mendukung kemajuan Akreditasi Internasional, maka Ayu menyarankan pihak Fakultas Hukum untuk menyediakan finger print agar melatih kejujuran mahasiswa Fakultas Hukum.

TIM SUPREMA juga mewawancarai Arpangi,S.H,.MH selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Hukum UNISSULA untuk menggali lebih jauh terkait tanggapan mengenai aspirasi yang disampaikan oleh beberapa mahasiswa dalam pertemuan jumpa dekan. Arpangi mengatakan terkait penataan lokasi parkir sudah ditentukan oleh pihak Universitas karena penggunaan parkir belakang Fakultas Hukum diperuntukkan untuk umum, tidak ada aturan bahwa parkiran tersebut hanya diperuntukkan oleh mahasiswa fakultas hukum. Kemudian mengenai Wifi dari pihak fakultas harus mengajukan surat permohonan ke rektorat, karena dari pihak yayasan sudah memberikan porsi terkait Wi-Fi yang dikelola DSI (Direktorat Sistem Informasi) sekarang berubah dengan nama UPT SI ( Unit Pelaksana Teknis Sistem Informasi) yang beroprasi di Fakultas Teknik Industri. Sehingga apabila ingin menambah Wifi harus menggunakan dana pribadi dari fakultas Hukum sendiri, selanjutnya mengenai Finger print, untuk meningkatkan akreditasi Internasional akan segera ditindak lanjuti oleh pihak fakultas. “Karena banyak mahasiswa yang merasa tidak puas terkait pertemuan  Jumpa Dekan tadi siang, lebih baik sampaikan saja secara tertulis, dan jangan khawatir jika aspirasi tertulis mahasiswa tidak kami tindak lanjuti karena sebenarnya tidak ada bedanya dengan menyampaikan lisan ataupun tertulis, pasti tetap kami tampung suara dari mahasiswa.” Ujar Arpangi

Prof.Gun mengatakan akan memasang Wifi khusus mahasiswa serta akan menurunkan biaya legalisir untuk lulusan S1. “Nanti saya minta Pak Arpangi untuk memasang Wifi khusus mahasiswa yang dekat dengan kantor-kantor ormawa supaya literasinya dapat berjalan dengan baik. Mengenai biaya legalisir menurut ketentuan BAN PT memang harus melibatkan alumni untuk memberikan sumbangan fasilitas, sumbangan dana bukannya tanda tangan saya yang mahal. Nanti saya turunkan harganya yang S1.” Kata Prof. Gun

Mengingat waktu yang cukup singkat, aspirasi mahasiswa tidak dapat sepenuhnya tersampaikan. Sehingga mahasiswa dapat menuliskan keresahannya baik saran, masukan, atau kritikan agar dapat terdengar oleh pimpinan. Dengan adanya Jumpa Dekan ini agar dapat terjadi suatu perubahan yang tetap mementingkan kepentingan mahasiswa.  Mahasiswa berharap agar terjadi sebuah harmonisasi antar civitas akademika di Fakutas Hukum. Serta mahasiswa menunggu bukti yang harus segera ter realisasi bukan hanya sekedar janji-janji.

Hidup Mahasiswa!!!!! Hidup Rakyat Indonesia!!!!!

Reporter : Septi, Evi

Editor : Zuy, Rina

Ikuti Kami di Media Sosial: